Peranan Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak

Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat sejumlah individu yang masih memiliki ikatan darah dan tanggungjawab antar individunya. Dalam suatu keluarga umumnya terdiri dari anak dan orang tua. Setiap orang tua tentu ingin anaknya kelak akan menjadi pribadi yang berhasil dalam hidup.

contoh gambar makan malam bersama, salah satu moment yang baik untuk saling bertukar pikiran dengan anggota keluarga

Dalam masa pertumbuhan anak peran orang tua sangat penting. Setiap anak mempunyai kepribadian dan keunikan tersendiri. Agar dapat membantu anak berhasil dalam hidupnya, sebelumnya orang tua harus mengetahui potensi yang dimiliki anak. Setelah mengetahui potensi tersebut tentu akan lebih mudah dalam mengembangkannya. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi tersebut, ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu akademik dan non akademik. Dari sisi akademik, orang tua dapat menyekolahkan anaknya. Disana anak akan diberikan pengetahuan yang memadai.

Contohnya matematika, bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dsb. Sedangkan dari sisi non akademik orang tua dapat mengembangkannya dengan cara memasukkan anaknya ke dalam tempat-tempat les yang mendukung. Contohnya les renang, piano, gitar, dsb.

Pergaulan merupakan interaksi antara beberapa individu yang saling terkait baik dalam lingkungan maupun tujuan. Dari pergaulan tanpa disadari akan terjadi pertukaran informasi dimana informasi tersebut dapat berisi pengetahuan yang bermanfaat. Sehingga terciptalah sosialisasi yang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Tetapi pergaulan pada saat ini telah banyak penyimpangan terutama dikalangan anak muda. Sekarang pergaulan bebas sudah tidak asing lagi didengar oleh siapapun. Pergaulan bebas adalah pintu menuju penyimpangan yang lainnya.

Hal-hal diatas tersebut sangat perlu diperhatikan oleh orang tua. Jangan sampai sang anak tidak dalam pengawasan orang tua. Terkadang orang tua lupa akan kewajibannya dalam mengawasi perkembangan anak. Hanya karena sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Materi sering menjadi alasan betapa seringnya orang tua bekerja dan meninggalkan anaknya di rumah. Padahal yang dibutuhkan seorang anak bukan hanya materi tetapi juga perhatian. Hal itu yang dapat memicu cara befikir anak untuk melakukan aktifitas yang bisa saja termasuk penyimpangan-penyimpangan diatas.

Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menghindari anaknya dari perbuatan menyimpang, salah satunya dengan menjadi teman yang baik sehingga anak merasa nyaman dalam menyampaikan segala sesuatu yang dialami sehari-hari baik itu pengalaman baik ataupun buruk.

Apapun yang terjadi dalam keseharian anak dan anak lakukan, seharusnya orang tua mengetahui dan ikut andil didalamnya. Orang tua harus memiliki kontrol atas apa yang anak lakukan, setidaknya orang tua harus mengetahui apa yang sedang dan akan anak lakukan. Walau demikian, orang tua haruslah memberikan kebebasan kepada anak yang disertai dengan batasan agar anak juga tidak terlampau menyalah gunakan kebebasan yang orang tua berikan.

Sumber : kabar indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s