Jak Japan Matsuri 2010

Jak – Japan Matsuri

Ketika budaya menjadi jembatan persahabatan antar dua negara

Budaya adalah salah satu unsur dari suatu bangsa yang dapat mempererat tali persahabatang dengan bangsa lain. Melalui budaya, suatu bangsa dapat memperkenalkan suatu bangsa dengan bangsa lain sehingga kedua Negara dapat mempererat tali persahabatan mereka

Tanggal 26 September hingga 03 Oktober 2010 kemarin. JJM (Jak Japan Matsuri) kembali diadakan untuk kedua kalinya. Acara yang diadakan berkat kerjasama antara Kedutaan besar Jepan dengan pemereintah Kota DKI Jakarta ini sekaligus menjadi perayaan 50 tahun hubungan diplomatic Indoseia dengan Jepang.

Para peserta dan panitia JJM tetap bersemangat walau hari itu lapangan tengah banjir karena hujan deras

Matsuri sendiri berarti festival atau perayaan dalam bahasa Jepang. Acara Jak Japan Matsuri 2010 beberapa tempat. Didalam matsuri ini banyak acara-acara yang sangat menarik, terutama saat hari penutupan acara Jak Japan Matsuri 2010 yang berlangsung di lapangan selatan Monas ini sangat ramai oleh mereka yang memang sudah menantikan acara ini atau para warga yang ingin sekedar melihat-lihat. Acara yang baru dimulai pukul 12.00 itu sudah ramai oleh pengunjung sejak pukul 10.00, acara dimulai dengan opening yang merupakan sambutan dari Shiojiri Kojiro, bersama Ketua Panitia JJM 2010 dilanjutkan oleh berbagai acara pertunjukan kebudayaan oleh kedua Negara (Indonesia–Japan). Dari mulai Taiko (pertunjukan menabuh drum), tarian-tarian tradisional Jepang dan kolaborasi tarian Indonesia-Jepang, pertunjukan music, drama, cosplay, dll. Disamping acara-acara tersebut, dilokasi pun banyak stand-stand yang menjual berbagai barang khas kedua Negara, dari mulai pakaian, jajanan khas masing-masing, hingga stand para sponsor yang menjajahkan barang mereka. Walau pun pada saat acara berlangsung hujan turun dengan deras, namun itu tidak menjadi kendala untuk para pengunjung dalam menikati acara. Acara ditutup dengan Bon-Odori dan pesta kembang api. Dengan diadakannya acara semacam ini, diharapkan warga kedua Negara dapat saling mempererat persahabatan kedua Negara.

Perfect Give

“Tolong ya.”

“Aku pergi dulu.”

“Hey!”

Belum ada beberapa langkah, pemuda itu berbalik lagi. “Apa lagi?”

Gadis itu menghampiri, “Jangan lupa ucapkan salamku untuknya.”

“Mmm.” .”Ada lagi?”

“Tidak ada.” Jawab sang gadis sambil tersenyum.

“Kalau begitu aku…”

Pemuda itu tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat ia merasa sepasang bibir dengan lembut mengecup pipinya.

“Ongkos kirimnya.” . “Ja.” ucap sang gadis sambil berlalu.

“Dasar, kau itu.” sang pemuda kemudian berlalu. Namun sebuah senyuman manis terukir diwajahnya.

 

“Permisi.”

“Ah, Kuchiki-san. Silahkan masuk.”

“Anda memanggil saya Taicho?” Jawab Rukia.

“Kuchiki-san, bisakah kau menyerahkan file-file ini kepada Hitsugaya Taicho?”. “Tadinya aku hendak menyuruh Sentarou, tapi dia sedang tidak ada ditempat.”

“Ah, baiklah Taicho.”

Rukia pun berjalan menuju divisi 10, sesampainya disana ia langsung menuju ruang kerja Hitsugaya Taicho.

“Hitsugaya Taicho, anda ada didalam?” Panggil Rukia.

“Siang Rukia-chan.” Panggil seseorang sambil menepuk bahu Rukia.

Rukia menoleh, “Matsumoto-fukutaicho.”

“Tidak seformal itu Rukia-chan.”

“Maaf Rangiku-san.”

“Ngomong-ngomong ada apa kau mencari Taicho?” . ” Taicho sedang pergi.”

“Oh, aku dititipi ini oleh Taicho-ku.” Jawab Rukia sambil memperlihatkan apa yang sedari tadi ia bawa.

“Masuk saja kalau begitu.”

“Tapi…”

“Sudahlah, ayo masuk.” Bujuk Rangiku sambil membuka pintu. “Letakan saja dimeja Taicho.”

Rukia pun meletakan file-file yang ia bawa, ‘Fuh, akhirnya. Ternyata berat juga file-file itu.’ bantin rukia.

“Kau mau minum Rukia?” Tawar Rangiku.

“Tidak usa…” Rukia kaget dengan apa yang ditawarkan oleh Fukutaicho divisi 10 itu.

“Rangiku-san. Ano…”

“Mmm?”

“Apa tidak apa kau minum disiang hari?”

“Tenang saja Rukia, Taicho tidak akan tahu jika aku hanya minum sedikit.” Jawabnya terkekeh.

Rukia tidak menjawab, ia hanya terheran bagaimana Rangiku dengan segitu entengnya berkata seperti itu. Bukankah Hitsugaya Taicho itu orang yang tegas? Ya, walau Nii-sama nya jauh lebih tegas. Tapi ini.

‘Lagi pula dari mana Rangiku-san bisa mendapatkan bolot sake itu? rasanya sewaktu masuk ruangan ini dia belum memegang botol itu.’ Batin Rukia.

“Apanya yang tidak akan aku tahu?” Terdengar suara dengan nada begitu dingin saat pintu diruangan itu terbuka.

“Hitsugaya Taicho”

“Taicho…” ucap Rangiku dan Rukia bersamaan.

“Apa yang sedang kau lakukan Matsumoto?” Tanya Hitsugaya dingin.

“Ano… Taicho, aku…”Jawab Rangiku terbata-bata.

“Segera kerjakan tugasmu dan kau tidak boleh meninggalkan tempatmu sampai semua tugasmu selesai, atau…”

“Atau apa Taicho?”

“Aku akan membuang semua persediaan sake mu yang kau sembunyikan diruanganku ini.” Ancam Hitsugaya.

“Taicho, kau kejam sekali mengancam fukutaicho-Mu yang manis ini!” gerutu Rangiku.

“Kerjakan sekarang atau aku benar-benar…”

“Hyyyiiiaaa…” Rangiku langsung berlari keluar.

Rukia yang menyaksikan kejadian itu sebenarnya ingin sekali tertawa melihat tingkah Taicho dan fukutaicho divisi 10 ini, tapi berhubung itu tidak sopan, Rukia hanya bisa tersenyum sambil menahan tawanya.

“Ada perlu apa Kuchiki?” Tanya Hitsugaya tanpa basa-basi.

“Ano, aku mengantarkan file-file dari Ukitake Taicho.”

Hitsugaya hanya menggangguk. Merasa sudah tidak ada perlu ditempat itu, Rukia permisi hendak kembali ke divisinya.

“Kalau begitu, saya permisi dulu Hitsugaya Taicho.” Pamit Rukia.

“Tunggu dulu.”

Rukia heran kenapa sang chibi Taicho itu mencegahnya pergi. Dilihatnya Hitsugaya Taicho sedang membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah kotak.

“Titipan untukmu.” Ucap Hitsugaya datar.

Rukia hanya bisa memiringkan kepalanya, tanda kalau ia tidak mengerti mengapa tiba-tiba Hitsugaya Taicho memberikan kotak yang ternyata adalah sebuah kado kepadanya. Bukankah ulang tahunnya sudah lewat beberapa hari yang lalu? Lalu ia bilang kalau kado itu adalah titipan, tapi dari siapa? Semua teman-temannya sudah memberikan selamat dan kado untuknya. Lalu kado yang ia terima dari Hitsugaya Taicho itu dari siapa?

“Ano…”

“Kau bisa pergi sekarang.”

Tahu kalau ia tidak akan mendapatkan jawaban dari Hitsugaya Taicho, Rukia memilih bungkam dan meninggalkan ruangan itu, saat hendak menutup pintu.

“Satu hal lagi Kuchiki.”. “Happy late birthday.”

Mendengar perkataan itu membuat Rukia tersenyum. “Arigatou na, Hitsugaya Taicho.”

 

Rukia melangkahkan kakinya dengan hati riang. Dipeluknya kado itu dengan erat, entah mengapa hatinya merasa kalau kado ini adalah benda yang sangat berarti untuknya. Raut wajah Rukia yang begitu sumeringah membuat para shinigami yang melihatnya merasa heran. Tanpa mempedulikan tatapan aneh dari para shinigami yang lain, Rukia langsung menuju ruang kerjanya. Sesampainya Rukia langsung duduk dimeja kerjanya, dibukanya perlahan bungkus kado yg berwarna putih dengan motif Kristal salju nan timbul dan terasa saat disentuh.

Betapa terkejutnya Rukia saat dia melihat isi dari kado tersebut, sebuah kotak berisikan I-Pod nano dan secarik surat. Dibacanya surat itu.

Dear : Rukia-Nee

Apa kabar Rukia-nee? Maaf aku tidak terlalu pandai dalam berbasa-basi (sepertiya itu sudah menurun dari si bodoh itu (a/n: Ichigo)). Pertama-tama, ” Otanjoubi omedetou Rukia-nee.”. Jangan Tanya dari mana kami tahu tanggal ulang tahunmu, si bodoh itu tanpa sengaja mengucapkannya beberapa waktu lalu. Kau harus lihat tampang bodohnya saat tiba-tiba Goat-chin menghujaninya dengan berbagai pertanyaan mengenai dirimu.

Oh ya, ini adalah hadiah dari kami, tapi Ichi-nii tidak tahu akan hal ini. Semua ini adalah rencana Yuzu, lalu Goat-chin membelikanmu I-Pod ini (setelah perdebatan panjang tentang apa yang akan kami berikan padamu) dan akulah yang mengerjakan sisanya. Didalam I-Pod ini hanya berisikan 2 buah rekaman. Karena aku tidak tahu music apa yang harus masukan, maka aku membiarkannya seperti ini. Kau dapat mengisinya sesukamu.

Kapan-kapan mampirlah jika kau sedang bertugas ke Karakura, kami semua merindukanmu.

Karin,

Tanpa terasa airmata Rukia menetes, ia bahkan tidak tahu sejak kapan ia mulai menangis. Tapi tangisan ini adalah tangis bahagia. Ya, Rukia merasa bahagia karena keluarga kurosaki masih peduli terhadapnya, mereka merindukannya, bahkan sampai memberikan kado ulang tahun untuknya.

Diambilnya I-Pod tersebut lalu ia nyalakan. Memang hanya ada 2 rekaman didalamnya. Yang pertama iyalah ucapan selamat ulang tahun dari Ishiin, Yuzu, Dan Karin. Sebenarnya Rukia agak kecewa saat mengetahui kalau Ichigo tidak mengucapkan selamat padanya. Lalu pada rekaman selanjutnya terdengarlah alunan suara gitar.

Words get trapped in my mind

Sorry i don’t take the time to feel the way I do

Cause the first day you came into my life

My time ticks around you

But then i need your voice

As the key to unlock all the love trapped in me

So tell me when it’s time to say i love you

All i want is you to understand

That when i take your hand

It’s ’cause i want to

We are all born in a world of doubt

But there’s no doubt

I figured out I love you

I feel lonely for

All the losers that were meant to take the time to say,

What was really on their mind instead?

They just hide away

Yet they’ll never have

Someone like you to guide them

And help along the way.

Or tell them when it’s time to say I love you

So tell me when it’s time to say I love you

Siapa sangka kalau Ichigo yang keras kepala itu bisa menyanyikan lagu yang begitu menyentuh. Tak lama terdengar lagi suara.

Sejak kapan kau ada disitu?”

Sejak awal, lagunya bagus. Kau yang buat Ichi-nii?”

Ini bukan pertama kalinya kau mendengarku menyanyikan lagu ini kan?”

Rukia tersenyum. Ia tahu dengan pasti saat itu Ichigo sedang menyeringai. Tanpa perlu melihat wajah Ichigo, Rukia sudah hafal dengan nada dan gaya bicara Ichigo.

Untuk siapa lagu itu?”

Hening, tiada suara sesaat.

Untuk Rukia-nee kan?”

A..apa maksudmu Karin?”. “Untuk apa pula aku membuatkan lagu untuk si midget itu?” jawab Ichigo terbata.

Sebenarnya saat itu Rukia langsung ingin men-stop rekaman itu. Walau sudah lama tak bertemu, Ichigo masih saja memanggilnya midget dan membuat Rukia jengkel. Tapi rasa penasaran Rukia lebih besar sehingga ia kembali mendengarkan sisa rekaman itu.

Kau tidak perlu berbohong padaku Ichi-nii, aku tahu kau sangat merindukannya.”. “Karena sejak Rukia-nee pergi kau bahkan semakin menyebalkan.”

Apa maksudmu?”

Sejak Rukia-nee datang, setidaknya kau bisa tersenyum, tapi bukan senyum palsu yang biasa kau berikan keorang lain. Kau tersenyum dari hatimu, senyum yang bahkan keluargamu ini tidak pernah kau berikan sejak kematian ibu.” Jawab Karin lirih.

Karin…”

Kau tahu Ichi-nii, pada awalnya aku tidak terlau menyukainya karena dia seakan mencurimu dari kami, karena kau selalu saja lebih banyak menghabiskan waktu dengannya.”. “Tapi itu sebelum aku sadar kalau kau berubah Ichi-nii.”. “Kau menjadi lebih bahagia setiap kali kau bersamanya, kau menjadi Ichi-nii yang dulu. Dan untuk itu aku bersyukur dia datang.”

Mendengar Karin berkata seperti itu sungguh sangat mengejutkan Rukia, ia tidak pernah berpikir kalau Karin akan berkata seperti itu. Rasa haru menyerauk kedalam hati Rukia, baginya adanya oarng yang bersyukur atas kehadirannya sudah membuat ia kehabisan kata.

Lalu sekarang kau kembali menyebalkan setelah kepergian Rukia-nee.”. “Kalau kau begitu tidak bisa tanpa Rukia-nee, kenapa kau tidak membawanya kembali?” Gerutu Karin

Seperti bukan dirimu saja untuk menyerah pada hal kecil seperti ini.” Ledeknya lagi.

Kau tidak tahu apa-apa.”Bisik Ichigo.

Sudahlah, cukup dengan segala hal melankolis ini. Jadi apa mau mu?”

Makan malam sudah siap, Yuzu memintaku memanggilmu.”

Kalau begitu ayo turun. Tunggu apa lagi?”

Ichi-nii, aku masih punya 1 pertanyaan.”

Mmm..”

Kapan kau akan mengungkapkan perasaanmu?” “Dan jangan bilang aku terlalu kecil untuk mengerti hal seperti ini. Aku sudah SMP Ichi-nii.”

Well, when she tell me when it’s time to tell I love her.”. “Dan setelah aku membawanya kembali tentunya.”

 

Rekaman kedua berakhir disitu. Tanpa disadari, airmata Rukia sudah terjun bebas membasahi pipi putihnya. Rukia terkenang akan kata-kata yang pernah Ichigo dulu.

You know, if death is not really the end for us too, that encounter maybe a beginning

We could’ve been linked for much longer

I don’t really know, but a connection once linked, it will never disappear

So even if we forget everything, that connection will return again”

Rukia ingin sekali percaya, tidak. Rukia memang percaya pada ucapan Ichigo itu, bahwa kematian bukanlah akhir. Perbedaan dunia mereka berdua pun bukan pemisah. Ichigo sendiri sudah membuktikannya saat ia menolong Rukia yang hendak dieksekusi. Saat semua orang melupakan keberadaanya, Ichigo ingat dan datang ke Soul Society untuk mencari dan menyelamatkannya lagi.

Berkali-kali Ichigo melindunginya, membuatnya merasa aman dari dunia luar. Rukia bahkan tidak ingat lagi kapan terakhir kali ia bisa tidur nyenyak setelah berpisah dengan Ichigo. Bagi Rukia, berada dekat dengan Ichigo adalah tempat teraman. Karena bersama Ichigo lah ia menemukan tempatnya, rumah untuknya kembali.

It’s my job to keep you safe.”

“Ichigo…” ucap Rukia lirih sambil memeluk dirinya sendiri.

“Love you too baka.” Sambil menangis ia tertawa mengingat akan kebodohannya yang menganggap kalau semua ini sudah berakhir. Harusnya ia tahu kalau Ichigo tidak akan diam saja dan pasti akan membawa pergi lagi. Ichigo pasti akan datang.

“Cepatlah datang Ichigo.”. “Dan saat itu, kau harus mengatakanya dengan jelas dihadapanku.”

“Coz it’s time you to tell me that you loved me.”

Perfect Give”T…

it’s all coming back to me now (Lightis Fanfic)

“Tapi kenapa kau sekarang tidak percaya?”
“Karena aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Kau bersama dengannya!”. “Jika benar kalian tidak ada hubungan apa-apa, kenapa kau harus menemuinya? ” Bentak Noctis.
“Terlebih kau… kau…” tambahnya dengan suara pelan yang hampir tak dapat didengar. Akhirnya Noctis hanya dapat terdiam dan tidak meneruskan kata-katanya. Ia keluar dari kamar dengan membanting pintu.
Lightning yang baru kali ini melihat suaminya semarah itu hanya bisa terdiam. Dipegangi perutnya yang semakin membuncit itu. Rasa takut menjalar keseluruh tubuhnya saat suaminya membanting pintu dengan kasar saat keluar dari kamar mereka. Tanpa sadar, air mata mulai mengalir dari pipinya yang memerah karena menahan rasa marah, kesal, sedih, kecewa yang bercampur. Tidak pernah sekalipun Lighting berpikir jika suaminya yang sangat lembut, ramah dan pemalu itu bisa bersikap begitu kasar kepadanya. Memang ini bukan kali pertama Noctis marah padanya, tapi selama ini biasanya Noctis hanya marah untuk sementara dan beberapa saat kamudian mereka akan berbaikan kembali.
“Kenapa kau tidak mau percaya padaku Noct?”. “Kenapa?” Tanya Lightning sambil terisak.
Sementara itu, Noctis yang tengah kesal memilih untuk pergi dari Apartment mereka.

***

Sudah beberapa hari Noctis tidak pulang kerumah. Telpon dari Lightning pun tak pernah dijawabnya. Tapi saat Lightning menelpon ke kantor, sekertarisnya mengatakan bahwa Noctis selama ini selalu masuk kantor seperti biasa.
“Baiklah, terima kasih.” Ucap Lightning sambil menutup telpon.
‘Kenapa kau belum juga mau pulang Noct? Apakah harus seperti ini kau menghukumku?’ Bisik Lightning lirih.

***

Sudah seminggu berlalu dan Noctis belum juga kembali. Lightning hampir putus asa. Ia tidak tahu kemana harus ia mencari suaminya itu. selama seminggu ini Lightning hanya dapat menunggu suaminya kembali ke sisinya. Ketika Lightning sedang duduk termenung dikamarnya, Lightning mendengar suara pintu depan dibuka. Ia pun bergegas kesana, berharap jika yang membuka pintu itu adalah suaminya. Saat sampai didepan, Lightning melihat Noctis sedang berdiri ditengah ruang tamu. Saat tatapan mereka bertemu, Lightning bingung harus mulai bicara apa. Dia hanya mematung melihat suaminya. Menyadari bahwa istrinya hanya diam membisu. Noctis memutuskan untuk mendekatinya. Ketika mereka berdua saling berhadapan, Noctis menatap mata istrinya dengan tajam. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin iya katakan, tapi saat ia menyadari kalau mata istrinya telah berkaca-kaca. Noctis tidak dapat berbuat apa pun. Akhirnya Noctis hanya dapat merangkul istrinya. Memang amarahnya belum sepenuhnya sirna, tapi melihat istrinya seperti ini membuatnya sangat terluka.

***

“Maaf…” Hanya itu yang bisa Lightning katakan.
“Maaf,maaf,maaf….” Ucap Lightning sambil terisak. Lightning menumpahkan segala isi hatinya dengan menangis sejadi-jadinya. Dipeluknya Noctis erat-erat, takut kalau dia akan pergi lagi jika Lightning mekepaskan pelukannya.
Noctis dapat merasakan ketakutan yang dirasakan istrinya. Didekapnya lebih erat tubuh Lightning yang gemetaran. Dikecupnya rambut Lightning, bahkan dalam keadaan semarah apapun ia terhadap istrinya. Ia tidak dapat membiarkan Lightning menangis. Noctis mengelus-elus rambut istrinya, berharap itu dapat menenangkan istrinya.
“Sudahlah, ku mohon berhentilah menagis Light.” Dinaikkannya dagu Lightning agar ia dapat dengan jelas melihat wajah istrinya. Betapa hancur hati Noctis saat ia melihat mata istrinya yang memerah sambil berlinang air mata. Terlebih lagi, ia lah yang menyebabkan orang yang paling dicintainya itu menagis seperti ini.
Dikecupnya kening Lightning. “Light, lihat aku. Kumohon Light. Hentikan tangis mu itu. kau tahu betapa aku benci melihatmu menangis.”
Dikecupnya kedua mata Lightning, berharap kalau itu akan berhenti membuanya menangis. Saat Lightning menatap mata Noctis. Ia melihat raut matanya begitu sedih, Lightning tahu jika Noctis terlalu mencintainya sampai harus membuatnya menagis.
“Tapi Noct aku…”
Lightning tidak bisa meneruskan kata-katanya karena Noctis menyegel bibinya dalam sebuah kecupan yang sangat lembut. Walau ia tidak menduga kalau Noctis akan menciumnya, tapi Lightning akhirnya menikamti ciuman suaminya itu. Saat udara menjadi kebutuhan, mereka melepaskan ciumannya. Banyak emosi yang tersampaikan lewat ciuman itu bahkan melebihi kata-kata. Noctis membiarkan dahi mereka beradu. Ditatapnya mata Lightning.
“Light, you know I love you more to let you cry. Damn, I could swear that you let me die slowly just to see you cry! So please, Light. Stop crying.”
“Tapi Noct…” Noctis megecup Lightning lagi untuk membuatnya terdiam.
Saat mata mereka bertatapan, Lightning bisa melihat apa yang dikatan Noctis itu benar. Ia dapat melihat betapa terlukanya hati Noctis bahkan untuk sesuatu yang bukan salahnya. Disentunya wajah tampan Noctis dengan kedua tangannya. Terbawa suasana, Noctis menutup matanya. Mencoba menikmati sensasi belaian lembut tangan istrinya. Betapa ia menrindukannya selama mereka berpisah.
Noctis meraih kedua tangan istrinya. “Light, dengarlah. Aku lah yang harusnya minta maaf karena telah membuatmu menangis seperti ini. Tidak seharusnya amarahku membuatku jadi terluka dan menderita seperti ini.” Noctis’s plead
‘Lihat Light, betapa beruntungnya dirimu memiliki suami seperti dia. Bahkan disaat kau yang bersalah, tapi dia yang meminta maaf pada dirimu.’ Batin Lightning.
“Oh Noct, harusnya aku yang minta maaf. Bukannya kau.”
“Tidak Light, aku lah yang bersalah hingga kau seperti ini.”
“Noct, kau tak tahu betapa beruntung aku bisa dicintai oleh mu.” Ucap Lightning berlinang air mata sambil memeluk erat Noctis.
Noctis menyeka air mata Lightning. Dikecupnya kening Lightning. “Harusnya aku yang berkata seperti itu. aku lah yang harusnya berterima kasih karena kau mau menerimaku dengan segala kekuranganku.”
“Kau itu terlalu baik bahkan untuk dirimu sendiri Noct.” Ledek Lightning
“Benarkah?” Sindir Noctis.
Lightning akhirnya tertawa mendengar sindiran dari Noctis. Lightning tersenyum saat akhirnya ia dapat melihat wajah suaminya tanpa rasa bersalah.
“Nah, seperti itu kan cantik. Jangan menangis lagi ya?” Pinta Noctis.
“Iya papa.”
“Ya ampun, aku sampai lupa. Apa kabar saying?” Tanya Noctis pada sang anak yang ada dalam kandungan Lightning sambil mengusap perutnya.
“Iya papa, aku rindu sama papa.”
“Papa juga sayang. Anak papa sudah makan belum?” Noctis berlutut dam mencium perut Lightning.
“Kau pasti belum makan ya?” Tanya Noctis.
Lightning hanya dapat tersenyum. Entah bagaimana tapi Noctis selalu bisa tahu apa yang sedang dirasakannya. Noctis memberikan tampang benarkan-dugaanku.
“Kau ini Light, kau kan sedang hamil. Kau itu tidak boleh sampai tidak makan. Kasihankan anak papa.” Ujarnya sambil mengelus perut Lighting.
“Kalau begitu kau mau makan apa?”
“Mmm?”
“Aku yang akan memasakannya.” Tawar Noctis.
Mata Lightning langsung berbinar mendengar kalau Noctis mau memasak untuknya. “Boleh minta apa saja?”
“Iya sayang.” Jawab Noctis mesra sambil mengacak-acak rambut Lightning.
“Kalau begitu aku mau…”

***

Flashback
“Hey Light.”
Merasa namanya dipanggil, Lightning menengok kebelakang. Betapa terkejutnya saat dia melihat siapa yang baru saja memanggilnya. Lightning baru saja pulang sehabis mengunjungi Vanille bersama Serah dan Fang. Saat ia mampir ke Supermarket untuk berbelanja. Ia tidak menyangka kalau ia akan bertemu lagi dengan orang itu. orang yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya dimasa lalu.
“Hope?”
“Lama tak berjumpa.” Jawabnya sambil tersenyum.
“Kukira kau kembali ke Palumpolum bersama ayahmu?”
“Memang, aku datang kesini hanya ingin menemuimu.”
“Menemuiku?”
“Iya, bisakah kita berbincang-bincang sebentar? Jika kau ada waktu tentunya.” Tawar Hope.
Lightning sebenarnya tidak keberatan tapi entah mengapa ia punya perasaan buruk tentang hal ini. Lightning yang setuju mengajak Hope untuk berbincang-bincang ditaman yang tidak jauh dari Supermarket tersebut. Awalnya mereka membicarakan tentang bagaimana keadaan mereka dan teman-temannya yang kini telah menempuh hidup masing-masing. Vanilla memutuskan untuk tinggal bersama tunangannya Laris yang juga sahabat Noctis. Fang kembali ke Pulse dan meneruskan study-nya dibidang arkeolog. Serah sebentar lagi akan segera menikah dengan Snow. Mereka tetap tinggal di Bodhum, sedangkan Hope. Sejak peristiwa itu, ia memutuskan untuk kembali tinggal bersama ayahnya di Palumpolum.
“Light, sebenarnya aku…”
“Ada apa Hope?” Tanya Lightning heran.
Tiba-tiba Hope memegang tangan Lightning. Lightning yang terkejut hanya diam saja. Ia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh anak itu. kenapa tiba-tiba saja ia jadi seperti ini. Lightning lebih terkejut lagi saat Hope memeluknya secara tiba-tiba.
“Hope?”
“Light, sebenarnya sudah lama sekali aku ingin memelukmu seperti ini.”
“Hope, kau ini kenapa?”
“Tahukah kau Light, selama ini aku terus berusaha untuk melupakan semuanya. Tapi ternyata tetap saja aku tidak bisa menghapus bayangmu.”
Hope secara mendadak mencoba untuk mencium Lightning. Tapi sebelum hal itu terjadi Lightning mendorong Hope. Lightning yang tidak menyangka jika Hope akan bertindak sedemikian jauh merasa sangat kesal dan kecewa. Lightning mengira bahwa Hope sudah berubah. Ia mengira bahwa Hope kini sudah lebih dewasa untuk melupakan masalah itu.
Lightning gelap mata lalu menampar Hope. “Sungguh Hope. Aku sangat kecewa padamu. Kukira kau sudah berubah, tapi ternyata aku salah. Kau masih bertindak seperti anak kecil. Kau egois Hope!” Bentak Lightning.
“Tapi aku seperti ini karena aku terlalu mencintaimu Light. Tidak bisakah kau melihatnya?” Elak Hope.
“Cinta? Tahu apa kau tentang cinta? Yang kau rasakan padaku bukanlah cinta. Itu hanya sekedar obsesimu untuk memilikiku!”
“…”
“Jika memang benar kau mencintaiku, harusnya kau rela melihatku bahagia bersama dengan-nya!”
“Tapi…”
“Tidak ada tapi! Hope mengertilah. Bahwa kebahagiaanku hanya bersamanya. Aku mencintainya seperti dia mencintaiku dengan aku apa adanya.”
“Aku mencintaimu lebih dari dia!”
“Tidak, kau tidak bisa mencintaiku seperti dia mencintaiku.”
“Tentu saja aku bisa!”
“Kau tidak akan pernah bisa Hope. Kau tidak akan pernah bisa.”
“Darimana kau tahu jika aku tidak bisa mencintaimu seperti dia mencintaimu?”
“Kerena dulu dia rela meninggalkanku hanya karena dia tidak ingin menyakitiku. Dia tahu betapa aku tidak bisa melukaimu. Maka dia mengalah. Dia memilih menunda pernikahan kami hanya agar kau tidak terluka. Dia tahu aku sangat menyayangimu seperti adikku sendiri dan aku tertekan karena kau terus memusuhiku karena aku memilihnya. Dia memberiku waktu agar aku dapat meyakinkanmu bahwa tidak akan ada yang berubah walau aku sudah menikah dengannya. Bahwa aku akan tetap menyayangimu. Tapi lihat apa yang dulu kau lakukan padaku!”
Sebelum Hope sempat menyangkalnya. Lightning memotong pembicaraannya. “Tapi apa yang kau perbuat? Kau malah bertindak seperti anak kecil dengan mengancam akan bunuh diri. Mengatakan bahwa kau mencintaiku dan tidak akan pernah merelakanku untuk orang lain. Aku bahkan tidak tahu sejak kapan kau mulai berpikir seperti itu, bahwa aku menyayangimu lebih dari seorang adik dan dia merebutku darimu. Pikiran macam apa itu! Darimana kau bisa berpikir seperti itu?”
“Lalu lihatlah hasil dari keegoisanmu. Pernikahanku hampir batal! Kau tahu apa yang kurasakan saat itu? Aku merasa bahwa aku adalah orang paling bodoh didunia. Aku hampir kehilangan satu-satunya lelaki yang aku cintai, aku hampir batal menikah, aku kehilangan seseorang yang sudah kuanggap adikku sendiri. Aku benar-benar hancur!”
Lightning menumpahkan segala rasa kesal dan kecewanya selama ini terhadap Hope. Wajah Lightning memerah kerena menahan amarah. Lightning tidak ingin mengacaukan situasi lebih dari ini. Dari sudut mata Lightning mengalir tetes air mata. Sebenarnya Lightning sangat benci menangis, karena menangis hanya membuat dia terlihat lemah. Tapi dengan semua tekanan dan amarah serta rasa kecewanya selama ini terhadap Hope membuatnya meneteskan air mata. Hope yang untuk pertama kalinya Lightning tidak dapat percaya dengan apa yang dilihatnya.
‘Benarkah aku sudah membuatnya begitu terluka karena keegoisanku?’ Tanya Hope dalam hati. “Light, su… sudahlah, jangan menangis.” Dia bingung harus berbuat apa untuk membuat Lightning berhenti menangis.
Lightning beranjak dari sana. Ketika ia akan meninggalkan taman, Hope memegangi tangannya “Kau mau kemana Light?”
“Lepaskan Hope.” Jawab Lightning dengan nada yang sangat dingin sambil menarik tangannya.
“Light.”
“Hope, ini adalah terakhir kalinya kita bertemu. Jangan pernah kau berani menemuiku lagi jika kau masih saja dengan keegoisanmu dan obsesimu terhadapku. Sampai kau sudah bisa menganggapku sebagai kakakmu atau sahabatmu dan tidak lebih. Kau tidak boleh menemuiku. Karena itulah kita, kau tidak akan pernah jadi lebih dari sekedar adik atau sahabatku. Dan tak akan ada yang pernah berubah.”

***

“Tadi itu siapa?”
Itulah sapaan yang Lightning terima saat dia memasuki apartment-nya. Betapa terkejutnya Lightning saat dia melihat suaminya sudah ada disana.
“Kau sudah pulang Noct? Siapa yang kau maksud?” Tanya Lightning yang tidak mengerti apa maksud pertanyaan Noctis.
“Hope kan?”
“…..?”
“Yang tadi bersamamu ditaman. Tadinya aku bermaksud memberimu kejutan dengan pulang lebih awal dari jadwal. Tapi ternyata, malah aku yang mendapat kejutan dari-mu dan anak itu.”
“Jadi kau…”
“Iya, aku melihatnya.”
“Tunggu Noct, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan dia hanya…”
“Sudahlah Light, aku sudah melihat semuanya. Kau tak perlu repot-repot menjelaskanya padaku.” Jawab Noctis dengan dingin.
“Tapi Noct, kau slah paham.”
Lightning dan Noctis pun bertengkar, Noctis merasa Lightning sudah membohonginya sampai ia tidak mau mendengarkan penjelasan dari Lightning. Sedangkan Lightning berusaha agar Noctis mau mendengarkan penjelasannya.
***
Lightning tahu bahwa sampai saat ini, Hope menjadi hal yang sangat sensitif bagi mereka berdua. Bahkan setelah tiga tahun usia pernikahan mereka. Noctis tidak pernah sekalipun berkata kasar apalagi sampai membentaknya. Tapi kali ini semuanya seperti sudah melewati batas. Lightning tahu bahwa saat ini suaminya sangat kecewa atas tindakkannya. Tapi Lightning pun tidak pernah menyangka bahwa akihrnya seperti ini. Mereka bertengkar hebat dan Noctis pergi dari rumah.

***

Selama Noctis pergi dari rumah. Lightning terus saja mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuat suaminya begitu marah, kecewa. Lightning tahu kalau kali ini dia sudah menyakiti hati Noctis begitu dalam. Ia pasrah. Lightning sudah tidak tahu apa yang terjadi pada hubungan mereka. Lightning tahu kalau ia sudah benar-benar keterlaluan. Selama Noctis pergi dari rumah. Lightning terus saja mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuat suaminya begitu marah, kecewa. Lightning tahu kalau kali ini dia sudah menyakiti hati Noctis begitu dalam. Ia pasrah. Lightning sudah tidak tahu
***
Selama Noctis pergi dari rumah. Lightning terus saja mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuat suaminya begitu marah, kecewa. Lightning tahu kalau kali ini dia sudah menyakiti hati Noctis begitu dalam. Ia pasrah. Lightning sudah tidak tahu lagi dengan apa yang akan terjadi pada hubungan mereka. Lightning sadar kalau ia sudah benar-benar keterlaluan.
Setiap hari sejak kepergian Noctis, Lightning terus menangis. Ia menyesali segala keteledorannya hingga membuat suaminya pergi.
“Kumohon kembalilah Noct, aku masih sangat mencintaimu. Aku butuh kau disisiku Noct.” Ucap Lightning berlinang air mata.
Kadang pikiran Lightning melayang mengingat kembali saat-saat indah mereka bersama. Betapa bahagianya mereka saat itu. Lightning kadang tertawa sedih mengingat bahwa betapa berat perjuangan Noctis tak peduli betapa dingin sikapnya saat itu terhadapnya, hingga akhirnya Lightning menerima Noctis. Andai saja waktu dapat diputar, Lightning ingin sekali lagi kembali dan memperbaiki segala kesalahannya.
End of Flashback
***

“Mmm… jadi selama ini kau tinggal dimana?” Tanya Lightning yang sedang melihat suaminya memasak.
“Aku tinggal ditempat Brad, dia sedang pergi ke Nautilus untuk menemui Sharron.”
“Oh…”
“Hanya itukah yang mau kau tanyakan? Aku tahu kau punya banyak hal yang ingin kau tanyakan. Katakanlah.” Jawab Noctis sambil meletakan makanan pesanan istrinya dimeja makan.
“Mmm… aku tak tahu harus mulai dari mana.”
“Kalau begitu mulailah dengan kau makan makananmu sebelum mereka dingin.” Tawar Noctis.
Lightning pun menuruti kata-kata suaminya. Ia mulai memakan makanannya, tapi Lightning merasa sedang diperhatikan. Ia pun menghentikan acara makannya.
“Kenapa berhenti?” Tanya Noctis.
“Kenapa kau terus memperhatikanku?” Balas Lightning.
“Kau ini. Memangnya salah jika seorang suami memperhatikan istrinya yang sedang makan?” Goda Noctis sambil mengacak-acak rambut Lightning.
“Ah Noct, hentikan.” Pinta Lightning sambil memengan tangan Noctis yang sedang mengacak-acak rambutnya. Noctis hanya tersenyum dibuatnya.
Noctis meraih kedua tangan Ligtning dan menciumnya. Melihat tindakan Noctis membuat muka Lightning bersemu memerah. “Éclair, aku terlalu mencintaimu untuk melepaskanmu begitu saja karena aku merasa cemburu terhadap bocah itu. Melepasmu dari hidupku adalah hal yang terakhir yang akan kulakukan. Sampai detik terakhir hidupku nanti, aku akan selalu menemanimu. Suka atau tidak, kau sudah terjebak untuk hidup bersamaku selamanya.” Ucap Noctis sambil mencium kembali tangan istrinya.
Wajah lightning semakin memerah setelah mendengar pengakuan dari Noctis. Kini ia benar-benar yakin bahwa Noctis sudah memaafkan segala kesalahannya. Tanpa terasa Lightning meneteskan air mata, tapi kali ini itu adalah air mata kebahagiaan. Noctis yang melihat istrinya menangis segera mengusap air mata diwajah cantik Lightning.
“I Love you Noct.”
“Love you too Claire.”

Museum Nasional a.k.a Museum Gajah

Museum Nasional Republik Indonesia atau yang biasa disapa Museum Gajah ini terletak di Jl. Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat, DKI Jaya (sebelum halte Trans Jakarta “Monas”). Awal mula berdirinya gedung ini adalah ketika Pemerintah Belanda membentuk sebuah lembaga perkumpulan intelektual dan ilmuwan Belanda yang ada di Batavia dengan nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada tanggal 24 April 1778 M. Lembaga ini bertujuan mempromosikan penelitian di bidang seni dan ilmu pengetahuan—khususnya dalam bidang sejarah, arkeologi, etnografi—dan mempublikasikan penemuan-penemuan di bidang tersebut. Untuk menunjang kegiatan lembaga, Pemerintah Belanda membangun sebuah perpustakaan untuk menampung koleksi buku-buku dan benda-benda budaya yang disumbangkan oleh para pendiri dan anggotanya.
Karena semakin meningkatnya jumlah koleksi, sebuah gedung baru pun dibangun. Gedung baru ini diberi nama Literary Society. Literary Society digunakan oleh Pemerintah Belanda sebagai tempat menampung dan merawat koleksi-koleksi buku dan benda-benda temuan arkeologis, serta digunakan sebagai perpustakaan. Namun lambat laun, tepatnya pada tahun 1862 M, Pemerintah Hindia Belanda akhirnya mendirikan gedung baru lagi yang tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan maupun kantor saja, melainkan juga sebagai museum untuk merawat dan memamerkan koleksi-koleksi yang ada. Gedung baru inilah yang merupakan cikal bakal Museum Nasional Republik Indonesia.

"Tampak depan Museum Gajah"

Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada 1871. Kadang kala disebut juga “Gedung Arca” karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode sejarah.
Wisatawan yang mengunjungi museum ini dapat menyaksikan koleksi benda-benda peninggalan sejarah dari seluruh Nusantara, di antaranya arca, prasasti, patung, artefak, senjata tradisional, alat kesenian tradisional, dan banyak lagi lainnya yang diklasifikasikan dalam tujuh kelompok, yakni koleksi prasejarah, arkeologi, keramik, numismatik (berhubungan dengan mata uang) dan heraldik (berhubungan dengan lambang kerajaan), sejarah, etnografi, dan geografi. Koleksi-koleksi tersebut dapat disaksikan dalam sembilan ruangan yang berbeda, yakni: Ruang Etnografi, Ruang Perunggu, Ruang Pra-Sejarah, Ruang Keramik, Ruang Tekstil, Ruang Numismatik & Heraldik, Ruang Relik Sejarah, Ruang Patung Batu, dan Ruang Khazanah.

Sejak memasuki Museum, para wisatawan sudah disuguhi oleh berbagai macam arca-arca dan patung peninggalan kerajaan-kerajaan terdahulu. Seperti patung ganesha yang sedang duduk bersila di ruang depan setelah meja resepsionis atau tempat pembelian tiket. Diletakannya patung tersebut disana seolah-olah patung ganesha tersebut sedang menyambut kedatangan para pengunjung.

Pengunjung dapat memilih dan melihat koleksi-koleksi museum sesuai dengan ketertarikan dan minatnya berdasarkan pada ruangannya. Misalnya, bagi pengunjung yang ingin melihat koleksi benda-benda bersejarah yang terbuat dari emas dan batuan-batuan berharga peninggalan kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Nusantara, dapat masuk ke Ruang Khazanah Emas yang berada dilantai 2 gedung. Ruang Khazanah Emas dibagi menjadi dua ruangan, yaitu Ruang Arkeologi dan Ruang Etnografi. Di ruangan ini wisatawan dapat melihat lebih dari 200 buah benda-benda bersejarah yang terbuat dari emas dan perak. Khusus di Ruang Etnografi terdapat benda-benda yang terbuat dari emas 14—24 karat dan banyak dihiasi oleh batu permata. Benda-benda di ruangan ini, menurut sejarahnya, banyak yang ditemukan secara tidak sengaja, bukan ditemukan lewat penggalian arkeologis. Sedangkan bagi pengujung yang mempunyai minat lain dapat menuju ruang-ruang yang sudah dibagi sesuai klasifikasi-klasifikasi ruang tersebut.
Beberapa foto dari barang dalam ruang Khazanah:

Secara umum, Museum ini mempunyai banyak koleksi benda-benda budaya dan benda-benda zaman prasejarah dari seluruh Nusantara, serta benda-benda peninggalan peradaban bangsa lain, seperti Asia Tenggara dan Eropa. Sumber koleksi di museum ini banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor, dan pembelian.
Museum Gajah dibuka untuk umum setiap hari kecuali hari senin dan libur nasional

Jam Buka
Selasa – Kamis 08.30 – 14.30
Jumat 08.30 – 11.30
Sabtu 08.30 – 13.30
Minggu 08.30 – 14.30
Senin & Hari Libur Nasional Tutup

Karcis Masuk
Dewasa Rp 5000 (Perorangan) – Rp 3000 (Rombongan)
Anak-anak Rp 2000 (Perorangan) – Rp 1000 (Rombongan)
Turis $10 (perorangan) + mendapatkan Guide book National Museum Of Indonesia (Museum Gajah)

Scribble…~ (my lovely one)

Tuhan
beri aku sedikit waktu lagi
sedikit saja

ku terima semua yang kurasa bila bahagia untuk mereka
ku ikhlaskan semua bila tawa mereka adalah balasanya
ku lepas semua yang ku dapat untuk senyum mereka

aku tak butuh bahagia
aku tak butuh dunia

kerena yang terpenting dan terindah telah kumiliki
seutuhnya dan tak terbagi
akan selamanya milikku
cinta tertulus di alam raya
kasih termurni di muka bumi

bila datang padaku pilihan
waktu mana yang hendak ku ulang
jawabku dengan pasti
“saat terindah sepanjang sejarah dunia tercipta, saat mereka tertawa”

maka doa ku pada-Mu
Tuhan
dan jagalah senyum itu
maka peliharalah tawa itu

hal terbaik yang pernah ku miliki adalah mereka

senang duka bersama adalah kisah terindah sepanjang jalanku
teruntuk mereka yang ku cintai dengan segenap hati dan sadar ku

for my beloved fam..
love u mom,dad,sur =)

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

1. PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku kerena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingnanya yang sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua oarng yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, makanya dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa:
1. Kepentingan individu untuk memperoleh kasih saying
2. Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6. Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan dalam kelompoknya
7. Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukan ketidakmampuan suatu ideology mewujudkan odealisme yang akhirnya melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksaan dan hasilnya. Kenyataan itu disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah atau penguasa sebagai pemegang kendali ideology dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideology
Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa frase, yaitu:
1. Fase disorganisasi, yang terjadi karena kesalah pahaman yang menyebabkan sulit atau tidak dapatnya satu kelompok sosial menyesuaikan diri dengan norma ideology
2. Fase dis-intergrasi (konflik), yaitu pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk seperti: timbulnya emosi massa, protes, aksi mogok, pemberontakan, dll.

2. PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETHNOSENTRISME

a. Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi adalah dua hal yang ada relevansinya. Perbedaan pokok antara prasangka dan dikriminatif pada tindakan. Diskriminasi merupakan kecendrungan yang tidak tampak dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang bersifat realistis, sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh individu masing-masing.

b. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminasi
 Latar belakang sejarah
 Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dab situasional
 Bersumber dari factor kepribadian
 Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama

c. Usaha mengurangi/menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi
 Perbaikan kondisi sosial ekonomi
Usaha pemerataan pembangunan dan peningkatan pendapatan bagi warga Negara Indonesia yang masih tergolong dibawah garis kemiskinan, dapat mengurangi kesenjangan sosial antara kaya dan miskin. Melalui program-program pembangunan yang didukung oleh lembaga pemerintahan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
 Perluasan kesempatan belajar
Usaha perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warga Negara Indonesia tanpa mengenal golongan sesuai dengan hak semua warna Negara untuk memperoleh pendidikan.
 Sikap terbuka dan lapang dada
Dengan sikap terbuka dan lapang dada, saling menghormati, menghargai, serta upaya menjalin komunikasi dua arah untuk berdialog antar golongan, kelompok sosial yang disuga berprasangka dengan tujuan membina kesatuan dan persatuan bangsa.

d. Ethnosentrisme
Ethnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideology chauvinis yang melahirkan chauvinisme yaitu merasa diri superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa lain adalah inferior, rendah, nista, bodoh, dll. Akibat dari Ethnosentrisme adalah penampilan ethnosentrisme yang dapat menjadi penyebab utama kesalah pahaman dalam komunikasi.

3. PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL/KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT

Konflik mengandung pengertian sebagai pertentangan yang kasar. Dalam hal ini terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri dari situasi konflik, yaitu:
1. Terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam hal kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
3. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan

Konflik dapat terjadi pada lingkungan:
1. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjukan adanya pertentangan, ketidakpastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri sesorang.
2. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.

Adapun cara memcahkan konflik tersebut adalah sebagai berikut:
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dlaam konflik
2. Subjugation atau Domination, artinya pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan mentaatinya.
3. Majority rule, artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting
4. Minority consent
5. Compromise, artinya berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
6. Integration, artinya berdiskusi sampai kelompok mencapai keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

4. GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL

a. Masyarakat majemuk dan Nasional Indonesia
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia. Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:
1. Suku bangsa dan kebudayaan, Indonesia terdiri dari sejumlah suku bangsa dengan berbagai kebudayaan.
2. Agama, Indonesia memiliki toleransi yang besar terhadap berbagai kepercayaan.
3. Bahasa, pada suku-suku bangsa yang bermacam-macam itu terikat oleh bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
4. Nasional Indonesia, adalah merupakan kesatuan solidaritas yang terbentuk sebagai hasil perjuangan kemerdekaan Indonesia.

b. Intergrasi
Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan.
Variable-variabel yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi adalah:
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antara warga Negara Indonesia asli dan keturunan (Arab/Cina).
3. Agama, sentiment agama dapat digerakan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu.

c. Integrasi sosial
integrasi sosial (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluaruhan.
Sumpah pemuda 28 Oktober 1928, merupakan bukti sejarah perwujudan solidaritas sosial yang begitu kental antar golongan pemuda. Pada hakikatnya bangsa Indonesia adalah satu corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal mengembangkan budaya bangsa seluruhnya, sehingga menjadi modal dasar bagi terwujudnya Integrasi sosial-Integrasi Nasional.

d. Integrasi nasional
1. Beberapa permasalahan integrasi nasional
a) Perbedaan Ideoloogi
b) Kondisi masyarakat yang majemuk
c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh
d) Pertumbuhan partau politik
2. Upaya pendekatan

Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:
• Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideolgi nasional
• Membuka isolasi antar berbagai kelompok dengan membangun sarana komunikasi, informasi, dan ttranspormasi
• Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
• Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

Hubungan Timbal Balik Desa & Kota

Masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu.

A. Definisi Masyarakat

Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan

B. Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional)

a. Pengertian desa/pedesaan

Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.

Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.

Sedang menurut Paul H. Landis :Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :

a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

Pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.

b. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)

Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :

a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

C. Masyarakat Perkotaan

a. Pengertian Kota

Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.

i. Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

ii. Max Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

iii. Dwigth Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.

Menurut konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik. Marilah sekarang kita meminjam lagi teori Talcott Parsons mengenai tipe masyarakat kota yang diantaranya mempunyai ciri-ciri :

a). Netral Afektif
Masyarakat Kota memperlihatkan sifat yang lebih mementingkat Rasionalitas dan sifat rasional ini erat hubungannya dengan konsep Gesellschaft atau Association. Mereka tidak mau mencampuradukan hal-hal yang bersifat emosional atau yang menyangkut perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakat itu disebut netral dalam perasaannya.
b). Orientasi Diri
Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka cenderung untuk individualistik.
c). Universalisme
Berhubungan dengan semua hal yang berlaku umum, oleh karena itu pemikiran rasional merupakan dasar yang sangat penting untuk Universalisme.
d). Prestasi
Mutu atau prestasi seseorang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian atau keahlian yang dimilikinya.
e). Heterogenitas
Masyarakat kota lebih memperlihatkan sifat Heterogen, artinya terdiri dari lebih banyak komponen dalam susunan penduduknya.

b. Ciri-ciri masyarakat Perkotaan

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :

i. Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
ii. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
iii. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
iv. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
v. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
vi. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

D. Perbedaan antara desa dan kota

Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.

Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

Masyarakat Pedesaan
*Perilaku homogen
*Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
*Perilaku yang berorirentasi pada tradisi dan status
*Isolasi sosial, sehingga statistik
*Kesatuan dan keutuhan kultural
*Banyak ritual dan nilai-nilai saktal
*Kolektivisme

Masyarakat perkotaan
*Perilaku Heterogen
*Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
*Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
*Mobilitas sosial, sehingga dinamik
*Kebauran dan diversifikasi cultural
*Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekural
*Individualisme

Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.

Ciri ciri tersebut antara lain :

1) jumlah dan kepadatan penduduk
2) lingkungan hidup
3) mata pencaharian
4) corak kehidupan sosial
5) stratifiksi sosial
6) mobilitas sosial
7) pola interaksi sosial
8) solidaritas sosial
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional

E. Hubungan pedesaan-perkotaan.

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.

Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti:

(i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam;
(ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan;
(iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi;
(iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.

Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :

a). Urbanisasi dan Urbanisme

Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).

b) Sebab-sebab Urbanisasi

1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)

Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :

a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.

Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :

a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).

Kesimpulan

Karena itu kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong atau sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita kehidupan yang harmonis, baik itu kehidupan didesa maupun diperkotaan. Tentunya itulah harapan kita bersama, tetapi fenomena apa yang kita saksikan sekarang ini, jauh sekali dari harapan dan tujuan pembangunan Nasional negara ini, kesenjangan Sosial, mutu pendidikan yang masih rendah, dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut diatas yang kita rasakan bersama, mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan dimana kita tinggal.

Sehubungan dengan itu, barangkali kita berprasangka atau mengira fenomena-fenomena yang terjadi diatas hanya terjadi dikota saja, ternyata problem yang tidak jauh beda ada didesa, yang kita sangka adalah tempat yang aman, tenang dan berakhlak (manusiawi), ternyata telah tersusupi oleh kehidupan kota yang serba boleh dan bebas itu disatu pihak masalah urbanisasi menjadi masalah serius bagi kota dan desa, karena masyarakat desa yang berurbanisasi ke kota menjadi masyarakat marjinal dan bagi desa pengaruh urbanisasi menjadikan sumber daya manusia yang produktif di desa menjadi berkurang yang membuat sebuah desa tak maju bahkan cenderung tertinggal.

Pembangunan Wilayah perkotaan seharusnya berbanding lurus dengan pengembangan wilayah desa yang berpengaruh besar terhadap pembangunan kota. Masalah yang terjadi di kota tidak terlepas karena adanya problem masalah yang terjadi di desa, kurangnya sumber daya manusia yang produktif akibat urbanisasi menjadi masalah yang pokok untuk diselesaikan dan paradigma yang sempit bahwa dengan mengadu nasib dikota maka kehidupan menjadi bahagia dan sejahtera menjadi masalah serius. Problem itu tidak akan menjadi masalah serius apabila pemerintah lebih fokus terhadap perkembangan dan pembangunan desa tertinggal dengan membuka lapangan pekerjaan dipedesaan sekaligus mengalirnya investasi dari kota dan juga menerapkan desentralisasi otonomi daerah yang memberikan keleluasaan kepada seluruh daerah untuk mengembangkan potensinya menjadi lebih baik, sehingga kota dan desa saling mendukung dalam segala aspek kehidupan.

Sumber :